Faitul mu'in: menjaga Marwah Adat, Membangun Kuatan Sengingi - Niat Tulus Lebih Berharga Dari Sekedar Mama Besar

Selebriti 28 Sep 2026 13:06 • 2 min read • 13 views • By admin

Share berita ini

Faitul mu'in: menjaga Marwah Adat, Membangun Kuatan Sengingi - Niat Tulus Lebih Berharga Dari Sekedar Mama Besar
Bersama masyarakat untuk memajukan kuatan Sengingi lebih baik

KUANTAN SINGINGI — Ketika Fathul Mu'in menyampaikan niatnya untuk maju mencalonkan diri sebagai Bupati Kuantan Singingi, beragam tanggapan datang menghampiri. Ada yang berkata: "Belum dikenal satu RT saja, bagaimana mau memimpin daerah?" Ada juga yang meremehkan langkahnya. Namun bagi Fathul Mu'in, hinaan dan ketidakkenalan bukan alasan untuk berhenti.

 

"Mungkin saat ini nama saya belum dikenal luas. Ada yang meremehkan, ada yang berkata saya belum cukup dikenal. Biarlah itu menjadi urusan mereka. Yang ada di hati saya hanyalah satu keinginan tulus: melihat Kuantan Singingi maju, masyarakatnya sejahtera, dan marwah adat istiadat kita tetap terjaga dengan baik. Bukan untuk nama saya, bukan untuk kedudukan — melainkan untuk tanah kelahiran kita tercinta."

 

"Adat istiadat dan budaya Kuantan Singingi adalah kebanggaan dan jati diri kita. Kemajuan zaman tidak boleh membuat kita malu dengan asal-usul kita. Saya berkomitmen untuk senantiasa menjunjung tinggi, menghormati, dan mendukung para pemangku adat agar nilai-nilai luhur leluhur kita tetap hidup dan menjadi pedoman dalam membangun daerah ini."

 

"Berbeda suku, berbeda latar, berbeda keyakinan — kita tetap satu keluarga besar Kuantan Singingi. Perbedaan bukan tembok pemisah, melainkan kekuatan yang melengkapi. Mari kita saling menghargai, saling menghormati, dan bergandengan tangan. Kuantan Singingi tidak akan maju jika kita terpecah. Kita maju bersama, atau tidak sama sekali."

 

"Saya tidak menjanjikan hal-hal yang luar biasa. Yang saya tawarkan adalah kerja keras yang tulus. Pembangunan yang merata — dari kota hingga ke pelosok desa. Ekonomi yang tumbuh, pendidikan yang terjangkau, kesehatan yang terjamin, dan infrastruktur yang menghubungkan kita semua. Tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang diabaikan. Kesejahteraan adalah hak seluruh masyarakat Kuantan Singingi."

 

"Jangan menilai seseorang dari seberapa terkenalnya namanya. Nilailah dari seberapa tulus niatnya untuk berbuat baik. Belum dikenal hari ini bukan berarti tidak akan dikenal esok hari. Yang penting bukan siapa saya, tetapi apa yang bisa kita lakukan bersama untuk Kuantan Singingi. Biarkan kinerja dan waktu yang membuktikan niat baik ini."

 

"Mari kita tidak sibuk menghina satu sama lain. Mari kita sibuk membangun daerah kita. Kuantan Singingi butuh tangan yang bekerja, bukan mulut yang berdebat. Bersama-sama, kita bisa membuat Kuantan Singingi lebih baik — berbudaya, bersatu, dan sejahtera."

 

Fathul Mu'in

 

 

DetikPilarFakta