Palangka Raya: Gelar Sembahyang Ulambana, Doakan Leluhur dan Keselamatan Kalimantan Tengah

Terkini 16 Aug 2026 20:04 2 min read 9 views By admin

Share berita ini

Palangka Raya: Gelar Sembahyang Ulambana, Doakan Leluhur dan Keselamatan Kalimantan Tengah
Vihara Nagarjuna Palangka Raya

PALANGKA RAYA — Vihara Nagarjuna Palangka Raya menggelar Sembahyang Ulambana atau pelimpahan jasa bagi para leluhur dan makhluk-makhluk yang berada di alam penderitaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh umat Buddha di Kota Palangka Raya dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.

 

Sembahyang Ulambana dipimpin oleh YM. Bhiksu Duta Sutra, YM. Bhiksu Duta Guna, bersama para Romo Pandita, yakni Romo Dr. Joko Santoso, Romo Supriyono, dan Romo Suratno.

 

Dalam tradisi Buddhis, pelaksanaan Ulambana menjadi momentum bagi umat untuk melimpahkan jasa kebajikan kepada para leluhur serta makhluk-makhluk yang berada di alam penderitaan. Pelimpahan jasa tersebut diharapkan dapat menjadi kondisi pendukung bagi mereka untuk memperoleh kebahagiaan dan terlahir di alam yang lebih baik.

 

Pelaksanaan Ulambana tahun ini memiliki suasana yang berbeda. Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah tengah diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut menjadi keprihatinan bersama sekaligus mendorong umat untuk memanjatkan doa agar bencana kebakaran segera berakhir.

 

Selain melimpahkan jasa kepada leluhur dan makhluk-makhluk di alam penderitaan, umat juga memohon agar Kota Palangka Raya khususnya dan Provinsi Kalimantan Tengah pada umumnya segera terbebas dari kebakaran hutan dan lahan, sehingga masyarakat dapat kembali menikmati udara yang bersih, lingkungan yang sehat, serta kehidupan yang aman dan nyaman.

 

Romo Dr. Joko Santoso dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh umat Buddha untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga mengambil bagian secara nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

 

«“Kita tidak cukup hanya berdoa, tetapi juga harus mengambil peran nyata dalam menjaga lingkungan. Apabila melihat adanya potensi atau kejadian kebakaran, segera sampaikan kepada pihak yang berwenang dan, sesuai kemampuan serta kondisi yang aman, ikut membantu para petugas dalam upaya penanganan dan pemadaman,” ujar Romo Dr. Joko Santoso.»

 

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari praktik kebajikan. Kepedulian terhadap alam tidak hanya memberikan manfaat bagi manusia saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang dan seluruh makhluk hidup.

 

Melalui pelaksanaan Sembahyang Ulambana tersebut, umat Buddha Palangka Raya diharapkan semakin memperkuat kepedulian terhadap sesama, para leluhur, seluruh makhluk, sekaligus terhadap lingkungan. Doa dan pelimpahan jasa diharapkan berjalan seiring dengan tindakan nyata untuk menjaga bumi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

 

Kegiatan tersebut ditutup dengan doa dan pelimpahan jasa, dengan harapan seluruh makhluk memperoleh kebahagiaan, terbebas dari penderitaan, serta Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah segera terbebas dari kabut asap dan bencana karhutla.

 

Redaksi

DetikPilarFakta