RUSAKNYA MORAl: PRIA DIDUGA CABULI REMAJA, KORBAN DISEBUT DIBERI PIL EKSTASI

Kriminal 09 Aug 2026 09:50 2 min read 9 views By admin

Share berita ini

RUSAKNYA MORAl: PRIA DIDUGA CABULI REMAJA, KORBAN DISEBUT DIBERI PIL EKSTASI
WAJAH PRIA DIDUGA CABULI REMAJA, KORBAN DISEBUT DIBERI PIL EKSTASI

KAMPAR — Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kampar mengamankan seorang pria berinisial YA (34), warga Kecamatan Tapung Hulu, yang diduga terlibat kasus pencabulan terhadap seorang remaja berusia 17 tahun.

 

Kasus tersebut terjadi pada Juli 2026. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga mengalami tindakan pencabulan sebanyak dua kali. Sebelum kejadian, korban disebut diberi narkotika jenis ekstasi hingga kehilangan kesadaran.

 

Kasat Reskrim Polres Kampar AKP I Gede Yoga Eka Pranata mengatakan, korban awalnya ditemukan warga di kawasan Stanum, Bangkinang, dalam kondisi kebingungan dan kemudian dibawa ke RSUD Bangkinang.

Dari laporan keluarga dan hasil penyelidikan, polisi kemudian berhasil mengetahui keberadaan pelaku. Pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, YA diamankan di wilayah Kecamatan Tapung Hulu saat berada di kawasan perkebunan kelapa sawit.

 

Polisi menyebut pelaku sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara dalam perkara pencurian buah kelapa sawit.

 

Pelaku selanjutnya dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menyatakan YA dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagaimana disampaikan dalam keterangan kepolisian.

 

Catatan penting: Kasus ini menjadi pengingat bahwa keselamatan anak dan remaja bukan perkara sepele. Dugaan pemberian narkotika kepada korban sebelum melakukan tindak pidana justru membuat persoalan semakin serius.

Kalau narkoba dipakai untuk membuat seseorang kehilangan kesadaran, itu bukan lagi sekadar “pergaulan bebas”. Itu sudah masuk wilayah hukum yang harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai yang hilang bukan cuma kesadaran korban, tetapi juga kesadaran kita terhadap bahaya di sekitar.

 

Redaksi

DetikPilarFakta